Kamis, 07 April 2016

Salahkah Wartawan Memberitakan Sonya Depari?

Kasus yang menimpa Sonya, dari hanya sebuah spontanitas untuk menjadi pahlawan bagi teman-temannya agar mobil yang ditumpangi tidak ditilang polisi, hingga musibah berpulangnya sang bapak kandung Sonya Depari, Makmur Depari, sungguh membuat miris dan mengurut dada.

Saya rasa, tidak harus menunggu komentar psikolog dulu untuk mengetahui kondisi remaja yang pada Rabu (6/4) lalu sedang merayakan berakhirnya masa ujian akhir, di tengah jalan mendapat hadangan dari aparat yang menertipkan lalu lintas, kemudian bertindak sebagai pahlawan bagi teman-temannya agar mobil yang ditumpangi tidak ditilang, meski harus menjual nama 'Arman Depari', adik ayahnya. Begitulah 'Darah Muda'.

Minggu, 03 April 2016

Kadaluarsa Rokok vs Kode Produksi



Hari ini, Minggu 3 April 2016, seperti 7 bulan terakhir, saya menunggu kedai kecil yang ada di rumah. Di kedai ini tersedia aneka kebutuhan rumah tangga, hingga rokok. 

Sekitar pukul 12.00 WIB, saat panas terik melanda kota Duri dan sekitarnya, saya kedatangan pembeli anak-anak yang berusia sekitar 11/12 tahun. Seperti biasa anak ini memang sering disuruh orang tua atau pamannya untuk membeli keperluan rumah ke kedai kami. Kali ini ia membeli rokok yang katanya untuk paman/om nya. Ternyata rokok yang ditanyakan tinggal satu bungkus, dan itu pun rokok display. Setelah membawa uang kembalian beserta rokoknya, ia pun kembali pulang. Rumahnya kira-kira berjarak 100 meter dari rumah kami. 

Selasa, 15 Maret 2016

Mencari Pahlawan

Searching for Hero, not zero!

Topik Pilkada tidak akan pernah habisnya untuk dibahas. Lagi dan lagi topik ini akan menjadi isu yang dihangat-hangatkan. HOTs!

Senin, 29 Juni 2015

rindu

Aku lagi pengen mewek seharian.. mumpung air mata lagi doyan turun...terjun bebas..blassssss
Hiksss..hikssss..hikssss


Huft..ternyata susah juga ya menghalau rindu yang teramat sangat..
Mungkin hanya tulisan ini yang bisa mengalihkan ku dari kekonyolan.. yang pastinya nanti berakhir dengan pembengkakan di kantung mata ku..


Hahhh..!! Setidaknya sekarang sudah agak mendingan..

miss mom so much
you always in my heart...
Di setiap sel-sel darah ku.. mengalir darah mu..
Di setiap langkah ku.. ada doa mu

Wish you got heaven beside Allah SWT.. best heaven

Dari si bungsu yang nakal.. yang merindu mu
#huftt meeewek lagi deh

Jumat, 07 Februari 2014

Miracle in Cell No 7 Part 3

Di sini Baca Part 2 

 Part sebelumnya, Man Boem membawa Yea Sung dalam salah satu kardus yang ditumpuk di atas troli. Sementara kebaktian terus berlanjut. Di lorong, Man Boem bertemu sekelompok sipir, dia pun berbalik dengan alasan salah arah. Di lorong satu lagi, ia melihat sekelompok pasukan keamanan. Dia pun menghindar ke arah lainnya.

Selasa, 04 Februari 2014

Miracle in Cell No 7 Part 2

Sebelumnya baca di Sini:

Setelah melalui proses reka ulang kasus, kita dialihkan pada suasana lapas. Bangunan bercat abu-abu itu berdiri kokoh dengan dijaga ketat petugas sipir.

Pintu ruangan ketua sipir diketok anak buahnya, kemudian disuruh masuk. Saat masuk, anak buahnya menegur pimpinannya apakah tidak pulang lagi di hari libur (sebelumnya) setelah melihat bungkus mie instant dan botol soju. Ketua sipir juga mengenakan baju kaos putih dan masih sembari menyeka rambutnya dengan handuk kecil, sepertinya baru selesai mandi pagi atau olahraga. Si anak buah ingin membereskan bekas mie instan dan botol soju dari meja pimpinannya, tetapi dilarang.


Sambil lalu ketua sipir mempertanyakan apakah benar rumah merupakan tempat paling nyaman. Kemudian dia menanyakan apa tujuan anak buahnya ke ruangannya. Si anak buah menjawab bahwa tahanan baru telah sampai. Terdapat empat tahanan baru dalam sehari. Salah satu narapidana terjerat kasus S4 bernomer 5482, yaitu kasus penculikan, pembunuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur.

Minggu, 02 Februari 2014

Miracle in Cell No 7 Part 1





Miracle in Cell No 7  Part I


Film dimulai dengan kehadiran Ye Sung ke kantor lapas (lembaga permasyarakatan) atau penjara, yang mana ayah angkatnya menjabat sebagai kepala lapas. 


"Ini akan sulit," ujar Kepala Lapas sembari meminum teh. "Kasusnya tidak mudah," tukasnya lagi.

 
Yesung tampak tercenung dan menguatkan hati melihat bungkusan kuning yang berisi berkas perkara mendiang ayahnya. Ia pun membuka bungkusan, awalnya dengan pelan. Sesaat kemudian lebih antusias hingga berkas perkara di tangannya. Ia terlihat sukacita membaca sampul salah satu buku berkas perkara.

Selasa, 28 Januari 2014

Menanti Ketegasan


Dugaan beras impor ilegal asal Vietnam yang ditemukan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta pekan lalu yang hingga kini diributkan, menurut salah seorang mantan importir beras besar di Jakarta, bukan hal baru. Seperti dikutip dari portal salah satu media online, kasus yang saat ini sedang bergulir diduga beras seludupan.

Akan tetapi, menurut sumber tersebut, sesungguhnya lebih terjadi seperti kasus impor daging sapi yang menyeret petinggi salah satu partai di negeri ini. Di mana ada importir yang mendapat kuota sedikit dan ada juga mendapatkan kuota banyak, tergantung 'pelicin' kepada pejabat terkait. "Pokoknya ada permainan kuota," kata importir tersebut.

Say No to Money Politic!!

Pesta politik telah dimulai. Calon anggota legislatif (caleg) telah pun bergerilya dari satu pemukiman ke pemukiman lainnya untuk mengumpulkan simpatisan. Caranya juga masih sama dengan bertahun-tahun yang lalu, menggunakan kekuatan uang untuk menarik simpati.

Saat tiba perayaan sebuah agama, acara-acara pun digelar yang disponsori oleh partai politik, tak sedikit yang langsung menggunakan nama si caleg itu sendiri. Moment yang biasanya hanya berhadiah kecil-kecil, tiba-tiba berhadiah besar. Tentu saja menarik animo masyarakat untuk mengikutinya.

Lelang Jabatan

GUGATAN hukum yang dilayangkan Istono yang saat ini menjabat Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan Batam kepada Ketua DK FTZ Kepri yangjuga Gubernur Kepri HM Sani beserta tim seleksi ketua BP Batam, menjadi buah bibir di masyarakat.

Istono mem-PTUN-kan HM Sani dan tim seleksi karena dinilai tidak transparan dan tidak adil. Dari suara-suara yang beredar, cukup banyak tanggapan. Ada yang terang-terangan mengkritisi, ada yang malu-malu, dan ada juga yang menyebar isu tanpa berani muncul ke permukaan.