Rabu, 08 Juli 2009

Mobil-Mobil keren!!!





Kamis, 26 Maret 2009

Rujak Jahiliyah..

Seperti biasanya, kalau sudah ngumpul ada saja topik yang kami bahas. Seperti saat ini, dua kakak dan dua teman kakaku yang memang sering main kerumah kami sambil ngerujak. Tapi aku nggak suka rujak, paling ngerecokin mereka dengan mencomot bengkoang, nanas dan jambunya, tentu aja dengan pelototan dari mereka berempat... heheheh.. siapa suruh ngerujak, udah tahu aku nggak suka rujak, tapi dibikin saat aku ada.. apalagi sekarang, aku hanya bisa duduk dirumah, dan sesekali mondar mandir didalam ruangan.. biasa..korban balapan ama Valentino Rossi. Meskipun nggak suka rujak, tapi suka makan bengkoang, nanas dan jambunya, jadi bisa nimbrung...

Lho kok aku malah nyeritain kesukaanku yah...hehehhe... melihat di televisi ada iklan susu formula, seorang anak memanggil ibunya dengan sebutan 'Bunda', aku nyeletuk, "Kok sekarang banyak orang tua, yang ngajarin anaknya manggil Bunda ya..?"

Memang, nggak bisa dipungkiri.. jamannya aku kecil, ibu-ibu disekelilingku banyak yang memanggilnya dengan sebutan mama atau mami. Nah, sekarang jamannya panggilan 'Bunda'.

Padahal panggilan itu di kampungku nan jauah di mato panggilan Bunda itu adalah bahasa Indonesianya 'Bundo', panggilan untuk ibu dizaman behulak.. dan terang saja itu sudah jarang di pakai.. tetapi beberapa tahun belakangan panggilan itu justeru tidak hanya digunakan oleh mereka keturunan minang, tetapi juga diluar minang. Meskipun diketahui bahwasanya panggilan Bunda itu tidak hanya milik orang Minang semata tetapi juga milik suku Melayu, yang sesunggu masih serumpun dengan suku Minang..

Kembali ke topik aku, kakaku, dan dua temannya yang lagi ngerujak, kakaku nomer satu lansung nyeletuk.. "Kan dunia sekarang sudah kembali lagi ke jaman jahiliyah dulu... Segala sesuatu yang terjadi sekarang sudah seperti dulu.. lihat saja mereka yang bangga berpakaian minim.. bahkan nyaris telanjang, itukan cerita jahiliyah dulu.. mereka senang telanjang dengan berlindung dibalik kata seni dan mode, tanpa memikirkan kalau mata cowok itu jelalatan melihat mereka. Juga keajaiban-keajaiban sekarang. Yang manusia mirip monyetlah, kepala ikan kayak kepala manusia lah, hingga bencana yang melanda negara kita, bahkan dunia..." kakaku menghela napas. "Ya mesti diakui, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang emang sudah canggih, pepatah dulu yang mengatakan 'sikap bisa dirobah, hanya wajah yang nggak bisa dirobah' udah nggak berlaku lagi. Bahkan warna kulit aja bisa dirobah dari hitam menjadi putih, seperti Michael Jacson.

Dulunya orang nggak tahu bentuk aslinya bulan dan tata surya, hanya tahu dari Al Qur'an saja, yang dulunya sempat disebut mengada-ngada. Kejadiannya sekarang apa yang tertulis di Al Qur'an itu terbukti.! karena itu memang benar. Kalau sekarang banyak orang memanggil Bunda, menurutku itu suatu perobahan yang sangat positif, karena memang kata-kata itu sangat mendalam,"

Aku salut ama kakaku yang satu ini, meskipun terkadang ia jutek, suka ngomong ngacok dan terkadang ngocol juga, tetapi cara berpikirnya memang sering mengejutkan. Selain itu, meskipun bicara panjang lebar, tetap aja dia makan rujaknya jalan terus...nyam-nyam.. tuh rujak semangkok besar udah tinggal separo aja.

"Iya ya uni, sekarang dunia udah banyak yang kembali ke jaman jahiliyah dulu, ada yang ngaku tuhan, bahkan nabi. Yang nikah sejenis aja yang jelas2 tidak dilakukan oleh hewan (mamalia) sekalipun, malah dilakukan oleh manusia. Gimana nggak menjijikan dari hewan mereka," timpal teman kakaku yang satu.

"Gimana dengan caleg ya..? itu sama juga nggak dengan jaman jahiliyah dulu ?" tanya kakaku yang satu lagi.

"Bisa ya, bisa nggak," aku turut mengeluarkan pendapat. Mereka serempak melotot kearahku. Kontan aja aku jadi malu, karena jawabanku menggantung.

"Iya jika cara mereka nggak fair, nggak kalau mereka legowo.." sambungku sambil mencomot bengkoang yang atu-atunya tinggal. Karena tuh mangkok dah ku aduk-aduk untuk mencari buah yang berwarna sangat putih itu. Kini dimangkok itu tinggal yang asem-asem, mangga muda, kedondong, timun, jambu muda. Pokoknya asemdeh.

Baru beberapa detik bengkoang itu berpindah ketanganku, tiba-tiba teman kakaku yang kedua udah merebutnya dari tanganku, dan hap, irisan bengkoang yang cukup gede itu lansung masuk mulutnya. Aku jadi ternganga... sementara yang lainnya lansung cekikikan..

Glek, teman ke dua kakku itu menelan bengkoangnya. Aku jadinya hanya bisa manyun...

"Selain itu, cara mereka berebut kekuasaan juga nggak kalah dengan jaman jahiliyah dulu, mereka menghalalkan segala cara untuk menjadi penguasa yang berlindung dibalik kata wakil rakyat, presiden, gubernur, walikota," timpal si penculik bengkoangku. Oh.. bengkoangku yang terakhir...hiki..hik..

"Iya, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan bengkoangku," selaku yang masi nggak ridho bengkoangku dah ditelannya. Aku kembali manyun. Mau tak mau akhirnya aku memilih buah yang lainnya, kini sasaranku kedondong.

"Meeeeh, Aseeem.." aku lansung memuntahkan kedondong yang masih banyak hijaunya itu. Huuu.. mataku masih merem karena asemnya. Mereka berempat malah senyum-senyum dan melanjutkan memakan rujak asem itu.. Dasar jelek. Aku berlari kedapur mencari sesuatu yang manis. Ku ubek-ubek kulkas, tak ada gula. Biasanya ada gula kok sekarang nggak ada ya?

"Kak, gula nggak ada ya ?"
"Habis, buat agar2 kemaren kan gula terakhir yang kita punya. Di kulkas kan ada coklat," jawab kakaku nomer dua.
"Ye..kok malah nyaranin aku coklat sih, gigiku baru sembuh, mau dengerin aku teriak-teriak lagi karena sakit gigi," jawabku.
"Ya udah, tahan aja asemnya, ato beli aja ke kedai," Jawabnya lagi.
'Kalau aku harus ke kedai dulu, udah hilang kali rasa asemnya,' gerutuku dalam hati. Kusingkapin tudung nasi, dan mengambil tahu goreng, lalu mengunyahnya sambil jalan. Kemudian mulai aktifitasku sebelumnya, utak-atik remote tv.
Mereka kemudian melanjutkan perbincangan mereka, sambil cekikikan. Aku kemudian asik dengan siaran televisi, acara musik kesukaanku.

Rabu, 25 Maret 2009

Lumba-Lumba Pink di Amerika Bukan Yang Pertama...

Lumba-lumba pink yang ditemukan di Danau Calcasieu kawasan air payau yang terletak di utara Teluk Meksiko, barat daya AS ternyata bukanlah lumba-lumba pink pertama yang diekspose oleh media. Saya tidak tahu apakah karena media di Indonesia yang mengekspose berita ini terlalu menggadang-gadangkan pemberitaan agar di baca orang, atau memang si penulis baru kali itu mengetahui berita lumba-lumba pink itu. Tetapi, kenyataanya lumba-lumba pink pernah dibuat ceritanya oleh salah satu pelancong asal Indonesia, Ukisari yang kulampirkan di blog ini...

Dari blog tersebut diketahui ternyata sudah sejak tahun 2007 lalu dia memposting informasi tersebut.

Sebagai perbandingannya, berita yang ditulis oleh media massa di Indonesia, seperti ini bunyinya..

Lumba-Lumba Pink Terekam Kamera

Seekor lumba-lumba hidung botol nan langka berwarna pink berhasil diabadikan kamera saat tengah berenang di sebuah danau di Louisiana. Demikian yang diberitakan Daily Mail, Selasa (3/3).

Mamalia langka ini berhasil diabadikan oleh seorang kapten kapal boat lokal Erik Rue (42 tahun) yang tengah mempelajari lumba-lumba itu sejak pemunculan pertamanya di Danau Calcasieu, sebuah danau penangkaran air asin di bagian utara Teluk Mexico, Amerika.

Saat itu, Rue melihat lumba-lumba pink bermata kemerah-merahan itu tengah berenang bersama empat ekor lumba-lumba lainnya yang diyakini salah seekor adalah induknya sebab dia kerap berada di sebelah induknya.



Lumba-lumba albino yang langka ini cukup memukau para pengunjung di Danau Calcasieu persisnya di Louisiana itu. "Saya kebetulan melihat segerombolan lumba-lumba tengah berenang dan ketika saya perhatikan ada seekor dari mereka yang menyolok dengan warna pink cerah," kata Rue.

"Lumba-lumba pink itu sepertinya dalam keadaan sehat dan normal selain warnanya yang kemilauan itu," tambahnya. Tubuh mamalia ini seutuhnya dibaluti warna pink mulai dari ujung ekor hingga matanya yang juga kemerah-merahan dan jelas menunjukkan kealbinoan pada diri hewan ini. Rue mengaku sering melihat lumba-lumba albino sekitar 40 hingga 50 kali.

Mamalia langka ini diduga satu-satunya ikan lumba-lumba hidung botol yang bewarna pink di dunia. Rue menambahkan, "Saya merasa beruntung bekerja di kawasan air ini khususnya setelah melihat dan mengabadikan hewan luar biasa ini."

Regina Asmutis-Silvia, pakar biologi senior di Whale and Dolphin Conservation Society menyebut hewan ini benar-benar indah. "Saya belum pernah melihat seekor lumba-lumba yang bewarna pink seperti ini sepanjang karir saya," kagumnya.

"Meskipun warna mamalia itu pink, ia termasuk hewan albino. Kita bisa melihatnya dari matanya yang bewarna pink. Ciri-ciri Albino dipengaruhi faktor keturunan genetik dan masih belum jelas jenis kealbinoan mana yang diwarisi hewan itu. Namun yang pasti, lumba-lumba itu sangat indah. Saya sarankan warga agar mengamatinya dari kejauhan dan jangan mengejarnya," ujar Regina.


Sedangkan berita lama yang telah ditulis Ukisari seperti ini bunyinya...

Nonton Lumba-Lumba Pink di Hongkong

Rabu, 25-04-2007 08:27:24 oleh: ukirsari
Kanal: Gaya Hidup


Nonton Lumba-Lumba Pink di Hongkong

Banyak orang bertandang ke Hongkong karena tempat ini salah satu surga belanja di Asia. Sementara saya ke sana dengan tujuan sama-sekali berbeda. Ingin menikmati ‘atraksi’ lumba-lumba warna pink. Benar-benar merah muda, semerah muda warna khas Valentine!

Dengan tiket HK$320/orang [HK$1 sekitar Rp 1.250], saya bergabung dengan pelancong lain naik bus turis dari Kowloon ke Pelabuhan Tung Chung di Pulau Lantau melewati jembatan Tsing-Ma. Jembatan terpanjang di Hongkong SAR [Special Administrative Region] of China.

Lalu pindah ke kapal yang berlayar ke arah Chek Lap Kok --bandara yang beroperasi mulai Juli 1998 menggantikan bandara Kai Tak di Kowloon.

Lumba-lumba pinky ini, dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai Chinese White Dolphin, berasal dari spesies Sousa chinensis. Jenis ini merupakan bagian dari Indo-Pacific Hump-backed Dolphin, dengan sebaran spesies dari Afrika Selatan, Australia sampai Asia Tenggara.

Saat muda, mereka berwarna kelabu, tapi menginjak dewasa, warna abu-abu akan digantikan warna pink yang dominan, hingga abu-abunya tinggal spot di sana-sini. Proses ini akan berlangsung terus sampai berubah total jadi warna pink.

Cuma ada satu dari lumba-lumba ini yang warnanya tetap kelabu. Kapten Dai Ming yang menjalankan kapal kami menamainya Ringo.

Dan karena lumba-lumba pink ini bukan bagian dari pertunjukan flipper show seperti di Ocean Park Hongkong atau Gelanggang Samudra Ancol, maka pengunjung harus sabar menanti kedatangannya di atas kapal.

Saya sendiri perlu waktu sekitar 50 menit untuk melihat lumba-lumba pink pertama yang melompat di depan haluan kapal kami. Mereka berenang secara berkelompok di seputar Pearl River Delta, tempat migrasi Sousa chinensis di kawasan perairan Hongkong.

[*artikel dan foto adalah orisinil si penulis. Dimuat sebagian kecil di majalah wanita Chic dalam versi bahasa Indonesia dan www.virtualtourist.com dalam versi bahasa Inggris*]



Ini hanya perbandingan ajah... Tetapi apapun itu... lumba-lumba adalah mamalia yang sangat unik yang atraksinya selalu menjadi tontonan banyak orang...